Sabtu, 20 Oktober 2012

Ketika Si Merah Jambu Hadir




Sendiri di tengah kesunyian, yang ada hanya Syabila dan daun-daun berguguran. Tanpa terasa waktu sudah menunjukan senja tiba, langit terang menderang berselimut jingga diufuk barat. Kilauan cahayanya membangunkan Syabila dari tempat duduknya, ia pun cepat-cepat beranjak pergi dan mencari sebuah masjid.

Sambil menunggu maghrib tiba, di rumah Sang Khalik , Syabila kembali termenung, terbayang-bayang dengan apa yang ia alami saat ini. “Allahu Akbar……Allahu Akbar......"Kumandang merdu sang muazin. Menyerukan seluruh umat muslim untuk menunaikan salah satu kewajiban-Nya yaitu shalat.
Selesai shalat, dengan wajah yang masih berkilaukan air wudhu, Syabila bersimpuh dihadapan Sang Ilahi Rabb, memohon ampun atas perasaan yang ia rasakan saat ini.
“Ya Allah, kali ini aku merasakan cinta yang berbeda pada seorang hamba-Mu yang shaleh. Setiap kali berjumpa dengannya, dada ini selalu berdebar tak menentu. Dibalik setiap tundukan mata ini, ku lafadzkan istighfar memohon ampun pada-Mu. Sungguh bukan harapan untuk selalu ingin bertemu dengannya yang ada didiri ini, melainkan rasa ingin menghindar dan menjauh.
Aku tahu, bahwa hakikatnya cinta ini fitrah. Namun, sungguh rasa dalam hati, bahwa aku takut jika hati ini tidak mampu menjaganya agar tetap menjadi fitrah.
Ku serahkan semua rasa ini pada-Mu karena hanya Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Mu. Kini tiada hal yang lebih tepat selain hanya mencintainya dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan keikhlasan, dan ku biarkan agar cinta ini pupus ditelan oleh waktu.”
“Ya Allah Jika aku jatuh cinta
Cintakan aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada Mu
Agar bertambah kekuatanku untuku mencintai-Mu
Ya Muahimin Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tidak terjatuh pada jurang cinta nafsu
Ya Rabbana Jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya
Agar tida berpaling daripada hati-Mu
Ya Rabbul Izzati Jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu”
Itulah do’a yang terurai dari hati Syabila disetiap hembusan nafasnya saat bersujud dihadapan Sang Rabb. Kekuatan benteng hatinya harus tetap ia jaga agar anti virus merah jambu yang ia miliki tidak dapat di hancurkan oleh si VMJ itu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar