Sendiri di tengah kesunyian, yang ada hanya Syabila dan
daun-daun berguguran. Tanpa terasa waktu sudah menunjukan senja tiba, langit
terang menderang berselimut jingga diufuk barat. Kilauan cahayanya membangunkan
Syabila dari tempat duduknya, ia pun cepat-cepat beranjak pergi dan mencari
sebuah masjid.
Sambil menunggu maghrib tiba, di rumah Sang Khalik , Syabila
kembali termenung, terbayang-bayang dengan apa yang ia alami saat ini. “Allahu Akbar……Allahu Akbar......"Kumandang merdu sang muazin. Menyerukan seluruh
umat muslim untuk menunaikan salah satu kewajiban-Nya yaitu shalat.
Selesai shalat, dengan wajah yang masih berkilaukan air wudhu,
Syabila bersimpuh dihadapan Sang Ilahi Rabb, memohon ampun atas perasaan yang
ia rasakan saat ini.
“Ya
Allah, kali ini aku merasakan cinta yang berbeda pada seorang hamba-Mu yang
shaleh. Setiap kali berjumpa dengannya, dada ini selalu berdebar tak menentu.
Dibalik setiap tundukan mata ini, ku lafadzkan istighfar memohon ampun pada-Mu.
Sungguh bukan harapan untuk selalu ingin bertemu dengannya yang ada didiri ini,
melainkan rasa ingin menghindar dan menjauh.
Aku
tahu, bahwa hakikatnya cinta ini fitrah. Namun, sungguh rasa dalam hati, bahwa
aku takut jika hati ini tidak mampu menjaganya agar tetap menjadi fitrah.
Ku
serahkan semua rasa ini pada-Mu karena hanya Engkau Yang Maha Mengetahui apa
yang terbaik untuk hamba-Mu. Kini tiada hal yang lebih tepat selain hanya
mencintainya dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan keikhlasan, dan ku biarkan
agar cinta ini pupus ditelan oleh waktu.”
“Ya Allah Jika aku jatuh cinta
Cintakan aku pada seseorang yang melabuhkan
cintanya pada Mu
Agar bertambah kekuatanku untuku mencintai-Mu
Ya Muahimin Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang
hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tidak terjatuh pada jurang cinta
nafsu
Ya Rabbana Jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya
Agar tida berpaling daripada hati-Mu
Ya Rabbul Izzati Jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui
syahid di jalan-Mu”
Itulah
do’a yang terurai dari hati Syabila disetiap hembusan nafasnya saat bersujud
dihadapan Sang Rabb. Kekuatan benteng hatinya harus tetap ia jaga agar anti
virus merah jambu yang ia miliki tidak dapat di hancurkan oleh si VMJ itu….
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar