Sabtu, 20 Oktober 2012

Metamaorfoself



Cahaya itu telah membukakan hati Syabila. Membawanya pada sebuah keputusan dan perubahan dahsyat dalam hidup. Pada saat awal ia harus mengambil sebuah keputusan besar itu , baginya sangat tidaklah mudah, ia harus berperang dingin dengan batinnya sendiri. Namun, dengan niat yang lurus dan tekad yang kuat  ia mecoba untuk mengambil sebuah keputusan besar itu ……bismillah.

Kini Syabila mulai meninggalkan segala aktivitas kejahiliyahannya dulu, dalam segala hal ia mulai memperbaiki dirinya, baik dari penampilannya, pergaulan, hingga perilakunya. Awal menjalani kehidupan barunya, banyak aral yang merintang menghampirinya. Mulai dari protes dan kritik pedas yang ia dapat dari orang-orang sekelilingnya bahkan cemoohan pun  ia terima.
Hatinya bergejolak, ia sempat terseok-seok dengan apa yang orang-orang katakan padanya mengenai semua perubahan yang ada didalam dirinya, mulai dari protes ia dikatakan seperti orang sombong lantaran ia begitu menjaga jarak dengan lawan jenis, bahkan sampai cemoohan orang-orang yang mengatakan bahwa ia seperti ibu-ibu pengajianpun, padahal niatnya hanya ingin memenuhi kewajiban sebagai seorang perempuan muslimah yang menutupi aurat.
Sungguh kala itu ia terombang-ambing bagaikan sebuah kapal di tengah-tengah badai, hatinya merasa tercekam ketika menapaki setiap jalan dan menaiki anak tangga. Kesabaran dan keistiqamahannya pun terus diuji. Air mata tak henti menangis dalam hatinya. Tanganpun rasanya tak ingin ia hentikan untuk terus mengusap dadanya.
Ketika perubahan itu sudah melekat dalam dirinya. Ada hal lain yang mencoba merobohkan benteng keistiqamahanny. Cinta, virus pink itu bagaikan bom waktu yang siap kapan saja dapat meledak. Berbulan-bulan ia berusaha melawan virus itu, mulai dari ia berguru pada sebuah buku sampai ia bertanya pada murabbi, dan Alhamdulillah melalui ikhtiar dan istkharahnya, ia mendapat petunjuk dan kemudahan untuk mendapatkan anti virus pink tersebut.
Kini cahaya Ilahi Rabb, telah membawa perubahan dahsyat dalam hidupnya. Ia pun tak lantas merasa cukup dengan apa yang ia dapatkan, karena ia merasa bahwa yang ada pada dirinya saat ini tak ada apa-apanya. “Aku bersyukur Allah sangat mencintaiku, Ia membukakan cahaya hidayahNya pada setiap hembusan nafasku.  Aku harus selalu berusaha istiqamah dalam mencari ridha Sang Khalik. Yaa Allah Alhamdulillah terimakasih atas segala kenikmatan yang Engkau berikan untukku.” ucap Syabila dengan segala rasa syukurnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar